Kamis, 13 November 2008

Semakin lama semakin.....

Hari itu kalo dibilang aku melakukan hal yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Aku bolos dari kantor tanpa berita dan dia juga untuk pertama kalinya bolos dari mata kuliah favoritnya. Hatiku sungguh ngak tenang tapi aku memang pegen melakukan hal ini, sekali-kali... ya hanya boleh sekali-kali. Tanpa tujuan jelas kami hilir mudik dengan motorku. Jujur dia belum begitu mahir membawakanya tapi mungkin karena percaya, aku jadi ngak khawatir dia yang bawa motor. Seperti musafir kami singgah di sebuah mesjid, shalat Ashar dan meneruskan tujuan yang kini telah ditentukan.

Awalnya aku ingin menenangkanya yang lagi suntuk n sekalian aku juga memang pengen bersama dia. Maklumnya kami hanya bisa ketemu disela-sela waktu yang dipaksakan ada. Ternyata perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Tetap disaat-saat kami mulai merasa nyaman ternyata si motor cemburu n ngadat di tengah lahan lumpur. Jadilah kami hampir jatuh... dua kali. Aku sebenarnya ngak kesel hanya malu karena kebetulan ada beberapa mata yang melihat. Justru yang buat aku kesel itu malah permintaan maafnya yang berulang-ulang. Alhasil sewotku jadi keluar dan aku jadi nyesel uda buat dia lebih merasa bersalah lagi. Aku diam... takut malah jadi tambah buat dia serba salah.. dan aku diam takut buat aku tambah kesel. Aku tahu ditengah kediamanku dia pasti bingung. Tapi justru itulah yang terbaik.

Dalam diamku aku berfikir. Mampukan aku menjalankan hidup dengan segala likunya. Baru kerikil kecil za aku da kesel pada lagi... Aku berharap sosok bertangan kekar yang mampu melindungiku dari segala masalah yang menyapa, dia kah orangnya????

Pagi ini aku menerima sms dari nya. Isinya rayuan pagi hari... biasalah. Aku kembali teringat pada pertanyaanku semalam... diakah?? Tapi sekarang aku tambah mantap dengan pilihanku. Aku ngak butuh tangan kekar yang melindungi dari semua masalah yang datang, karena aku yakin tidak akan perna ada tangan kekar yang mampu mangkis semua masalah. Aku ngak butuh tangan kekar yang melindungiku dari semua masalah karena itu justru buat aku tambah lemah dan buatku jadi manusia bodoh. Yang aku butuhkan hanya sebuah tangan tempat aku menyandarkan kepalaku dari kepenatan. Sebuah tangan yang membelai jauh lelahku dan sebuah tangan yang mampu membuatku jauh lebih kuat dan berarti. Semakin lama aku semakin sayang ma ubur-uburku ini.
Ames me

Tidak ada komentar:

 

Design By:
SkinCorner