Selasa, 16 Desember 2008

Penggakukan...

Tuhan...
Malam ini ku mengingatMu.
Sujudku dalam gelap mengakar mendarah daging.

Tuhan....
Dalam rintik air mata ku mohon ampunanmu.
Belas kasihMu untuk semua dosa yang terbuat kala terang.

Tuhan....
Sunggung aku tak mampu tanpaMu
Sungguh aku tetap tak kuasa menolak ajakannya.
Dia... setan memamerkan keindahan semu sebuah dunia berujung jurang kesenangan
Hatiku kerdil menrayap kearahnya.

Tuhan....
Biarkan aku yang kerdil ini kekuatan untuk bilang TIDAK padanya.

Tuhan....
Berikan aku manusia munafik ini keangkuhan untuk menolak ajakannya.

Tuhan....
Jika suatu saat aku menghiraukannya lagi.
Mau kah Kau tetap memaafkanku...............

Rabu, 19 November 2008

Rain menangis lagi......

"Dasar anak durhaka... Ku besarkan kau dari kecil. Ku tuntun kau ke sekolah. Ngak tidur aku menjagaimu. Uda besar kau ........................ ................... ................." rain menyudut diam mendengar amaran bundanya. Jika diingat-ingat lagi sejak abang lulus kuliah suasana rumah hijau semakin ngak nyaman. Abang bruba jadi brutal dan selalu bantah ma bunda. Rain semakin besar dan mulai mengerti setiap kata-kata bundanya. Rain malah semakin ngak ngerti sumpah serapah abang. Kenapa ngak perna ada damai di rumah hijau.


Rain menangis lagi.... lelah, air matanya menitik malu-malu. Rain sudah tahu malu. Rain merasa malu tiap kali rumah hijau diguncang amara. Rain malu ma tetangga. Rain kasihan ma bunda tapi juga kesal. Kenapa bunda ngak membiarkan aja abang terpuruk dengan prinsipnya, yang nurut bunda ngak benar. Kalo Rain pasti akan membiarkan abang dengan jalannya, walau jalan itu salah Rain ngak peduli. Toh Rain ada perna ngingatkan, tapi kenapa bunda ngak bisa seperti Rain membiarkan hal itu. Rain bosan Allah, dengar kata-kata kutukan yang keluar dari mulut bunda. Rain benci ya Allah dengan kata-kata kotor abang.


Ya Allah hari ini Rain menangis lagi.

Ya Allah Rain berharap inilah tangisan kesedihan Rain yang terakhir kalinya.... Amin

Ya Allah kata bunda doa anak yang ngak nakal akan dikabulkan.

Ya Allah Rain janji ngak nakal-nakal ya Allah.

Ya Allah Rain hanya mohon bunda, ayah dan abang bisa rukun dan dame lagi....

Amin...
Amin...

Ya Robbalalamin....

Kamis, 13 November 2008

Semakin lama semakin.....

Hari itu kalo dibilang aku melakukan hal yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Aku bolos dari kantor tanpa berita dan dia juga untuk pertama kalinya bolos dari mata kuliah favoritnya. Hatiku sungguh ngak tenang tapi aku memang pegen melakukan hal ini, sekali-kali... ya hanya boleh sekali-kali. Tanpa tujuan jelas kami hilir mudik dengan motorku. Jujur dia belum begitu mahir membawakanya tapi mungkin karena percaya, aku jadi ngak khawatir dia yang bawa motor. Seperti musafir kami singgah di sebuah mesjid, shalat Ashar dan meneruskan tujuan yang kini telah ditentukan.

Awalnya aku ingin menenangkanya yang lagi suntuk n sekalian aku juga memang pengen bersama dia. Maklumnya kami hanya bisa ketemu disela-sela waktu yang dipaksakan ada. Ternyata perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Tetap disaat-saat kami mulai merasa nyaman ternyata si motor cemburu n ngadat di tengah lahan lumpur. Jadilah kami hampir jatuh... dua kali. Aku sebenarnya ngak kesel hanya malu karena kebetulan ada beberapa mata yang melihat. Justru yang buat aku kesel itu malah permintaan maafnya yang berulang-ulang. Alhasil sewotku jadi keluar dan aku jadi nyesel uda buat dia lebih merasa bersalah lagi. Aku diam... takut malah jadi tambah buat dia serba salah.. dan aku diam takut buat aku tambah kesel. Aku tahu ditengah kediamanku dia pasti bingung. Tapi justru itulah yang terbaik.

Dalam diamku aku berfikir. Mampukan aku menjalankan hidup dengan segala likunya. Baru kerikil kecil za aku da kesel pada lagi... Aku berharap sosok bertangan kekar yang mampu melindungiku dari segala masalah yang menyapa, dia kah orangnya????

Pagi ini aku menerima sms dari nya. Isinya rayuan pagi hari... biasalah. Aku kembali teringat pada pertanyaanku semalam... diakah?? Tapi sekarang aku tambah mantap dengan pilihanku. Aku ngak butuh tangan kekar yang melindungi dari semua masalah yang datang, karena aku yakin tidak akan perna ada tangan kekar yang mampu mangkis semua masalah. Aku ngak butuh tangan kekar yang melindungiku dari semua masalah karena itu justru buat aku tambah lemah dan buatku jadi manusia bodoh. Yang aku butuhkan hanya sebuah tangan tempat aku menyandarkan kepalaku dari kepenatan. Sebuah tangan yang membelai jauh lelahku dan sebuah tangan yang mampu membuatku jauh lebih kuat dan berarti. Semakin lama aku semakin sayang ma ubur-uburku ini.
Ames me

Selasa, 04 November 2008

Pelabuhan terakhir.....

Hidup ini memang aneh. Kadang kita merasa sangat merana tanpa kawan tapi sekarang aku malah merasa sangat menikmati kesendirianku. Jauh dari kebisingan kantor, jauh dari curhatan kesedihan dan kegembiraan, jauh dari kepenatan yang sudah hampir ndak bisa ku tolerin. Aku... ya hanya aku dan alam. Danau seluas ratusan meter terbentang di hadapku. Kaki2 kurusku tiada arti memainkan riak danau yang tak henti. Aku lari dari masalah... bukan aku hanya istirahat memulihkan tenaga untuk kemudian face 2 face dengan tantangan-tantangan rutinku. Jiwaku muak dengan segala keterbatasan waktu dan kekakuan dunia kantor... ya 1 hal lucu lainnya kantorku sekarang adalah kerjaan yang paling aku inginkan dulunya. Hatiku terombang ambing dengan pilihan2 yang sama bagusnya. Jika saja Allah memberiku hanya 1 pilihan kesempurnaan pasti aku jadi orang paling bahagia. Selalu ada 2 pilihan dalam hidupku.... pilihan di tengah keplin plananku.



Hati dan masa depan.... mana yang kau pilih? Aku orang yang realistis tapi kini aku sendiri ndak tahu kemana kerealistisan itu hilang. Aku orang yang ndak percaya dengan belahan hati dan cinta sejati. Sudah berulang ratus kali aku kecewa... kecewa dengan pasangan hidup, ndak aku tetap berharap suatu hari aku punya anak2 yang comel dan pinter. Tapi aku hanya ndak berani percaya pada cinta. Sekarang da pangeran kodok yang menawarkan cinta sejati. Dimatanya ku temui ketulusan, setiap tutur katanya di padati kejujuran. Perasaan nyaman menyertai kebersamaanya. Tapi dia jauh dari kemapanan seorang pangeran dari segi materialistik. Di satu sisi datang seorang raja menawarkan cinta yang sama. Sosok dewasa dengan kemandirian ekonomi. Sosok Raja yang merupakan saudara jauh. Sebenarnya kerealistisanku memihak pada sang raja. Tapi hatiku telah dimiliki oleh sang pangeran kodok. Dan aku ndak mau jadi penyebab kegilaannya jika aku memutuskan untuk meninggalkannya. Aku manusia yang bisa bertahan tanpa cinta tapi dia ndak. Hidupku ini bukan hanya milikku. Aku hidup untuk bundaku. Aku ndak mungkin menyampingkan bundaku hanya untuk alasan cinta. Bagi bunda, sosok yang menganggap "CINTA" itu hanya sebuah kebohongan dan semu, maukah dia mengerti pa yang kurasakan.




Rasa yang ku yakin juga dirasakannya dulu. Di awal pertemuannya dengan ayahku. Kadang aku takut luka cinta bundaku akan terulang pada kisahku. Aku seorang pengecut yang ndak berani menanggung resiko itu. Aku sangat sayang ma pangeran kodokku tapi bundaku adalah hidupku. Aku ndak mungkin membiarkan bundaku hidup dengan ku hanya bermodal cinta. Tapi aku juga ndak mungkin melakukan apa yang ndak dihatiku. Ya Allah berikan jalan untuk aku dan pangeran kodok bersatu dalam kesakralan rumah tangga hingga maut memisahkan. ya Allah berikan hamba kesempatan untuk membahagiakan bundaku dan keluargaku.



Hari ini aku sengaja menenangkan diri. Lebih tepatnya aku berusaha untuk menghilangkan diri. Jauh dari semuanya. Di daerah yang tidak ada orang yang mengenalku. Di daerah dimana aku bisa jadi egois dan hanya memikirkan diriku. Aku ingin menghilang... aku benci liat aku yang pengecut dan sangat pengecut. Aku marah pada diriku.... Marah pada ketidak mampuanku memutuskan. Aku ingin hidup berdua dengan damai bersama pangeran kodokku tapi mampukan aku hidup dengan mengabaikan perasaan bundaku. Buat pa bercinta jika takut untuk sengsara.... Aku memutuskan pelabuhan terakhirku... Dia dengan kesederhanaan dan ketulusan. Aku yakin dia bisa membahagianku dan bundaku. Amin....

Kamis, 28 Agustus 2008

Sepatu baru di awal Ramadhan










Bukan hal yang aneh punya barang baru kan? Tapi sore ini aku senang sungguh sungguh senang karena akhirnya aku punya sepatu baru yang ku inginkan selama ini. Sudah lama aku ingin punya sepatu yang seperti ini tapi baru sekarang aku memilikinya. Kalo di pikir-pikir emang ngak aneh sye... Sepatunya juga lumayan menik-menik. Rasanya kakiku telah menemukan sepatu kaca ( tinggal pangerannya za yang lom datang reg..!). Nurut kamu gimana sepatu kacaku??? Kasih komentar ya @-->




Kamis, 17 Juli 2008

Manusia Jaring laba-laba

Sosok itu begitu anggun. Tak satu pun orang yang berani untuk menyakitinya. Dia seolah punya daya pikat yang sempurna. Jangan buat cowok, cewek sendiri pun kagum pada pesonanya. Dari caranya berjalan, bertutur sapa, semuanya mencerminkan cewek banget. Ya itu lah dia sang manusia jaring laba-laba. Bukan aku menamainya karena iri pada pesonanya... bukan... ku tegaskan bukan. Walau kadang aku berusaha untuk bisa sepertinya, ya kadang aku meniru cara bicaranya tapi aku sama sekali tidak iri padanya. Bagiku dia pemotivasi untuk lebih baik n baik lagi. Lantas apa alasanku menjulukinya si manusia jaring laba-laba???
Manusia jaring laba-laba... cocok untuk image yang ditebarkanya, memikat, menawan tapi terkadang malah bawa petaka. Atau lebih tepatnya jujur aku takut pada pesonanya. Sudah berapa kali aku melihat air mata dari cewek-cewek lain yang tertenggut cintanya. Sudah puluhan kali aku melihat cowok-cowok yang menginjak harga dirinya sendiri untuk mendapatkan sedekah cintanya. Tapi tak sekali pun aku melihat dia meletakankan cintanya pada mereka. Terkadang aku malah tidak habis pikir, seluas apa hatinya sehingga bisa memuat semua cinta mereka. Mengerikan... dia justru sadar akan ulahnya dan mulai menikmati setiap permainnya. Apa alasan sebenarnya dia hidup? Puaskan dia dengan hidupnya saat ini? Cowok seperti apa yang nantinya bisa memenjarakan petualangannya? Andai dia mengerti kata-kataku ingin rasa aku berteriak menyuruhnya untuk beristirahat sejenak dari kekacauan yang di timbulkannya. Ingin rasanya aku tahu akhir kisah hidupnya, tapi aku hanyalah titik-titik air yang hanya bisa mengunjunginya sesekali di bulan Oktober, yang mereka panggil hujan.

Pejalanan Awal Juli

Rintik hujan samar terlihat di awan yang masih mengggulung keperak-perakan. Aura hijau terpancar dari helai-helai daun terdiam syaduh. Danau itu masih beriak teratur terselubung kabut tipis. Aku masih juga tak melepas pandangku dari alam. Kaki-kakiku mulai membeku. Aku hampir tak bisa merasakan kakiku. Perlahan ku gerakan ujung-ujung kakiku... sakit seperti ribuan semut bergelantungan. Satu dua langkah dan pada langkah ke ke tujuh aku tidak lagi merasakan sakit. Kurapatkan jaket creamku, tetap tak bisa mengusir dingin. Seorang teman menegurku dan mengajakku masuk, takut sakit katanya. Kuturuti maunya memang aku mulai merasakan badanku ngilu. Kadang aku merasa sangat bersyukur dengan apa yang aku punyai, tapi namanya juga manusia kadang malah setan membuat aku tak punya arti (dalam hal ini aku sengaja mengkambing hitamkan setan).


Kenapa tidak aku bersyukur. Hampir semua yang ku inginkan terkabul. Walau lagi-lagi setan selalu membujukku dengan permintaan yang lebih dan lebih hingga tak jarang aku merasa hidupku ini hampa.... dasar manusia, dan aku hanya berusaha bersikap realistis.

Dulu bunda hampir tidak pernah mengajak aku dan kakakku jalan-jalan (bukan berarti tidak pernah). Kebetulan hubungan bunda dengan saudaranya pernah terputus, panjang kisahnya jika harus diceritakan. Aku yang sejak kecil memang sangat menyukai traveling sering merengek tapi usahaku sia-sia. Bunda slalu beralasan kalo aku masih terlalu kecil untuk melakukan perjalanan bahkan untuk sekedar jalan-jalan di tempat wisata yang hanya berjarak 1 km dari rumah bunda juga tidak bersedia. Kadang bunda malah beralasan tidak punya uang dan seribu dongeng alasan. Satu kata-kata bunda yang ku pegang sebagai janji sampai sekarang "Nanti kalo uda besar semua akan bi jalani, malah gratis lagi.". Memang kehidupan ekonomi kami pas pasan, ayahku tidak bekerja dan kami makan dari usaha kedai sampah bunda(kedai kelontong reg). Alhamdullillah entah doa bundaku terkabul atau hanya faktor keberuntungan saja, dari mulai tamat SMU aku selalu dapat pekerjaan diluar kota. Dengan kata lain aku selalu bepergian dan tentunya gratis. Itu hanya contoh kecil dari keinginaku yang terkabul. Subhanallah sungguh Allah itu ada.

Manusia...manusia tidak pernah puas dan setan selalu setia menemani manusia untuk terus meninta dan meninta. Setelah dapat pekerjaan yang ku inginkan aku mulai bosan dan merasa cape untuk terus keluar kota. Aku mulai bertanya apa yang paling penting dari hidup ini sesungguhnya.
Seorang teman berkata "KEBAHAGIAAN" Akhirnya aku mulai mencari kebahagian itu dengan cara yang bisa buat aku bahagia, walau mungkin beberapa orang terutama bundaku merasa aku semakin jauh darinya.

Perubahan sikapku yang drastis justru membuat orang-orang yang kusayangi marah. Lalu aku mulai mengerti bukan kebahgian yang paling utama dari hidup... lalu apa....


Aku bertanya dan tak bosan bertanya. Jawaban yang kuterima berbeda-beda tapi pada dasarnya inti sama "KEBAGIAAN". Aku belum puas juga karena menurutku kebahagiaan saja ngak akan pernah cukup untuk buat hidup ini berarti. Jadilah aku hidup dengan kekakuan tanpa tau apa yang ku cari sebenarnya.

Perna aku tidak bisa tidur.... sulit sekali untuk ngundang rasa kantuk. Kulihat adik tidur dengan pulasnya. Pasti sangat menyenangkan jika saat ini aku juga bisa tidur sepertinya. Besok tugas kantor sudah menunggu...duh aku harus tidur untuk siap nenyongsong hari esok. Aku terhentak dan kemudian tau jawaban dari semua pertanyaanku "BERSYUKUR" Sebagai manusia kita tidak akan pernah bahagia jika kita tidak bisa menyukuri apa yang kita punya. Hal-hal sepele yang tidak disyukuri justru bisa membawa masalah besar. Contohnya tidur kita dimalam hari, selera makan siang kita.

Bisa kah kau bayangkan suatu hari nanti kau tidak bisa berjalan hanya karena selama ini terlalu dimanjakan dengan sepeda motor yang tidak kau miliki lagi.

Senin, 28 Januari 2008

Hujan Pertamaku

Hujan kata yang bermakna dalam bagiku. Awal kemunculanku di dunia ditandai dengan turunnya hujan. Bahkan sampai-sampai putusnya dengan boyfriendsku pun disertai hujan.... aneh but thats the fact.

Seketika ketika aku baru putus, aku dandan secantik mungkin. Hasil yang ku dapat 3:

... Cantik hampir mirip dengan Dian Sastro, faktanya
... Dompetku ludes karenanya
... Hujan merusak dandananku tepat ketika aku hampir bertemu Xku.... Rusak...
Mungkin dia ditakdirkan untuk tidak melihat kecantikanku hihi....
Amane...
aku juga suka dengan gelar itu, suara hujan... terdengar nyaring dan menggelitik dikuping. Jepang negara yang selalu sukses membuatku WOW... Wajar kalo aku berharap pangeranku kelak berasal dari negeri matahari itu. Hujan dan Matahari pasangan yang sempurna kan?!

Jadi penulis dan produser film WHY NOT? Mimpi indah setiap malamku. Ya Allah aku berharap keajaiban itu datang padaku... tapi tentunya aku sadar tidak ada keajaiban yang datang tanpa usaha. GO FIGHT GIRL!!!
Aku suka semua yang unik n antik + langka. Aku ngak suka barang yang dimiliki banyak orang wlw rada-rada jadul nurutku itu clasik. Melly G. so purely... punya ciri khas yang beda n konsistan dengan dirinya. Someday I hope I can work with her, I WILL....
NGEGOSip... little bit tapi awas kalo ada yang brani ngegosipin aku. Kutukan anyang-anyangan seumur idup ntar loe, kurap di hati loe paling ringan loe bakal kehilangan rambut ketek loe berganti sapu ijo, mau....

bie... ^_^
 

Design By:
SkinCorner